Jumat, 26 Juni 2015

Bab 487 : -Breathe but Blind-

::: Penyelinapan kedalam Hueco Mundo !!! :::

>>> Ichigo dkk. sekali lagi menuju Hueco Mundo melalui Garganta buatan Urahara,
"Kenapa kau bisa ada dirumahku disaat yg tepat ?" tanya Ichigo pada Urahara sambil berlari dan membuat pijakan dgn reiatsunya. "Bukannya sudah jelas, aku menunggu dijendelamu sampai saatnya tiba !" jawab Urahara asal-asalan pd Ichigo. Ichigo menatap Urahara dgn pandangan dingin. "Bercanda kok." ucap Urahara kemudian. "Yah.. kalau ada 2 Arrancar jatuh dari Hueco Mundo pasti aku sadar. Sebelum itu ada juga pertarunganmu dan kecelakaan yg tak biasa diSoul Society. Itu semua cukup membuatku waspada. Kurasa kau juga mulai menyadarinya-kan, Kurosaki-kun." tambahnya sambil berlari disamping Ichigo. "Semuanya terhubung kesatu hal, dan ini bukan hal yg biasanya. Sama sekali bukan." ucap Urahara. Ichigo hanya terdiam mendengarkan percakapan Urahara.

::: Labirin yg Menuju ke Peperangan !!! :::

Tdk berselang sebuah cahaya putih menyilaukan tampak didepan Ichigo dkk. "Ok kita sudah sampai !" ucap Urahara. Ichigo dkk. pun keluar dari Garganta dan tiba diHueco Mundo. "Uwaah di langit ! Kita ada dilangit !" teriak Nel panik. "Urahara-san memang selalu begini ucap Ichigo mulai terbiasa dgn akses gerbang buatan Urahara. "Kau tahu saja." ucap Urahara pada Ichigo. "Kita akan jatuh !" teriak Pesche panik, "Satenkesshun" ucap Orihime cepat  mengeluarkan perisainya untuk membantali kejatuhan Ichigo dkk. "Uwah, kita tdk jadi jatuh !!" girang Pesche. "Berisik !" Bentak Ichigo kesal dgn tingkah Pesche. Salah seorang tentara berbaju putih mendengar suara misterius dibelakangnya diapun segera menoleh kearah sumber suara, "Ada apa ?" tanya temanya, "Hmm.. kurasa aku baru saja mendengar sesuatu." ucapnya curiga sambil masih memandang tempat Ichigo dkk. barusan jatuh. "Mustahil.. semua yg masih hidup sudah disini, disana cuma ada tumpukan mayat." jawab temannya tak percaya, "Yah mungkin cuma khayalanku." jawabnya kemudian dia berpaling dan meneruskan perjalanannya. "Mereka tdk sadar.." ucap Chad sambil mengawasi lewat reruntuhan bangunan, "Sungguh ? Padahal tdi sudah seberisik itu.." ucap Ichigo waswas sambil menutup mulut Nel dan Pesche agar tdk berbicara. "Bagus mereka pasti bodoh." ucap Pesche tiba-tiba. ""Uwaaa.. Kenapa kau bisa bicara padahal mulutmu kututup ?" ucap Ichigo kaget. "Itu bukan mulutku, tapi cuma tonjolan." jelas Peche. "Tonjolan..." batin Ichigo. "Lagipula kenapa kau harus menutup mulutku hah ? Padahal aku tdk berisik." bentak Pesche kesal. "Kelihatanya alasan kenapa mereka tdk kembali lagi kesini walau mendengar suara adlh karena mereka sdh tahu semua Hollow dan Arrancar ditempat kita sekarang sdh tewas." ucap Urahara menganalisa keadaan. Dibelakang Ichigo memang tampak berserakan mayat Arrancar dan Hollow. "Mengerikan." ucap Chad. "Jangan lihat." ucap Ichigo sambil menutup mata Nel. "Benar tdk ada yg masih hidup." Ucap Orihime sambil berkeliling memeriksa keadaan. "Aku tdk heran, memang begitu cara mereka." Ucap Pesche, "Lihat api biru itu." tunjuknya pada sebuah kobaran nyala api biru yg tdk jauh dari tempat mereka."Itu adlh kondensasi Reishi yg mereka gunakan, dgn itu mereka bisa membakar batuan dan pasir Hueco Mundo yg seharusnya tdk bisa dibakar. Menghadapi kekuatan mereka yg tak diketahui, kami terpecah belah dan tak bisa melawan. Satu-satunya jalan cuma melarikan diri." tambah Pesche kemudian. "Bagaimana dgn orang-orang yg tdi dibawa pergi ?" tanya Ichigo peduli. "Mungkin dibawa kemarkas mereka dan akan dibunuh atau diculik, lalu.." belum sempat Pesche menyelesaikan kalimatnya, Ichigo memotong pembicaraanya, "Aku mengerti, ayo selamatkan mereka."  Pesche kaget melihat sikap Ichigo, "Eh a..apa ?" ucapnya heran. "Sebentar.. Dondochakka tdk disana, karena aku tdk merasakan Reiatsunya !!" tambah Pesche mengantisipasi sikap heroik Ichigo. "Lalu kenapa ?" tanya Ichigo membuat Pesche heran. "Dia juga akan kita selamatkan nanti. Tak ada salhnyakan menyelamatkan yg lain untuk saat ini." ucap Ichigo bijak. "Yah kau ada benarnya tapi.." ucap Pesche, namun Ichigo sudah keburu pergi mengejar tentara berbaju putih, "Ah tunggu Ichigo Kurosaki ! Hei !!" teriak Pesche memanggil Ichigo namun Ichigo tak mendengarnya. "Yaampun.. apa dia tahu kalau orang yg akan diselamatkannya adalah musuhnya dimasa lalu.." ucap Urahara, "Be.. Benar.." sahut Pesche. "Aku yakin kau juga tahu kalau Ichigo adlh tipe orang yg akan melakukan ini, tak peduli apa yg terjadi sebelumnya, kau tahu itu kan, dan begitu juga Nel. Karena itu kau percaya padanya. Kalau Ichigo pasti akan melakukan sesuatu." ucap Chad pd Pesche. "Kita juga harus ikut Sado-kun" ucap Orihime kemudian berlari mengejar Ichigo, "Hmmm !" ucap Chad menyusul Orihime. "A.. Ayo" ucap Pesche kemudian berlari menyusul Chad dan Orihime. "Oke.." ucap Urahara santai. 

>>> Dimarkas tentara berbaju putih, duduk seorang yg tampaknya pimpinan mereka 'Ketua Jagdarmee *Pasukan Perburuan' Kilge Opie
"Berbaris !" perintah salah seorang tentara, "Berbaris dan hadaplah ketembok !! Apa lubang ditubuh kalian mau ditambah lagi ?". Dilain sisi salah seorang tentara lainnya melaporkan sesuatu hal pada Kilge Opie. Kilge Opie kemudian berdiri. "Orang itu kelihatannya pimpinannya." Gumam salah seorang Arrancar pada temannya dari balik tudungnya. "Hei kau serius ? Mungkin sebaiknya kita diam saja..." bisik temannya, "Bodoh pada akhirnya kita juga akan mati." bentak Arrancar yg satunya sambil berbisik. "Dengar semuanya, kita akan memulai turnamen seleksi untuk Arrancar dan Hollow, siapa yg akan hidup dan siapa yg akan mati !" Ucap Kilgie Opie dgn tombak ditanganya. "Dimulai dari yg sebelah kanan, aku akan menusuk kalian satu persatu, kita lihat, apa kalian masih ingin hidup dan ingin bergabung dgn kami ! Kalian yg mau bersujudlah didepanku dan jilat juga sepatuku. Kalian semua ini adlh orang-orang terpilih yg bisa selamat dari serangan pertama kami, itu semua karena kalian memiliki keberuntungan, kepintaran, dan kekuatan. Jadi jgn sia-siakan anugerah yg telah kalian miliki itu." ucap Kilgie Opie kepada sekeerumunan sosok bertudung. "Apa kami akan dibiarkan hidup jika kami bergabung dgn kalian sekarang ?" tantang salah seorang Arrancar. Melihat kekurang ajaran Arrancar itu, Kilgie Opie menusukan tombaknya ketubuh Arrancar tdi. "Bukan.. Bukan begitu caranya.." ucap Kilgie Opie. "Kalian harus melewati ujian masuk supaya bisa diterima. Dan seleksi ini adlh peluang kalian untuk mengikuti ujian masuk itu. Yg tdk paham ucapanku akan berakhir begini !" ucap Kilgie Opie sembari menusuk Arrancar tdi dgn tombaknya. "Uoagh !!!" jerit Arrancar itu kesakitan. "Atau begini ! Atau begini ! Kau akan mati" ucap Kilgie Opie bengis sambil menusukkan tombaknya bertubi-tubi ketubuh Arrancar yg sudah tdk berdaya itu. Arrancar itu menjerit sejadi-jadinya ketika ditikam tombak Kilgie Opie. "Apa kapten akan benar-benar mengumpulkan Arrancar ?" tanya salah seorang tentara pd rekannya, sirekanpun menjawab dgn santainya "Jelas tidak." Kilgie Opiepun memulai seleksinya dgn menusuk Arrancar dari sebelah kanan. Tapi Arrancar itu berhasil menghindarinya, bahkan Arrancar itu mengeluarkan pedangnya memotong tombak itu dan menodongkan pedangnya tadi kewajah Kilgie Opie. "Kapten.." teriak anak buahnya waspada. "Lama sekali cuma untuk berteriak kapten saja." jwb Kilgie Opie tdk menghiraukan kecemasan anak buahnya. "Aneh bukannya kita sudah menyita semua pedang atau senjata mereka." ucap Kilgie Opie keheranan dgn pedang milik Arrancar didepannya. "Benar pak, kita sudah memeriksa mereka semua. Di mana mereka menyembunyikan benda itu. Tiba-tiba Arrancar yg menodongkan pedangnya tdi membuka tudungnya, ternyata mereka adlh Lolly dan Menoly, "Aku adlh penasehat Aizen-sama, Lolly Aivirrne !" ucap Lolly memperkenalkan dirinya masih sambil menodongkan pisaunya kearah Kilgie Opie, "Begitu juga aku, Menoly Mallia !" ucap Menolly ikut memperkenalkan diri seperti Lolly. Kilgie Opie tdk bereaksi mendengar ucapan mereka, "Oh begitu" ucapnya yg dgn secepat kilat mengeluarkan pedangnya dan menebas Menolly, "Guahh !!" teriak Menolly kesakitan. Melihat temannya dikalahkan Lolly tampak waspada. Namun dia bukanlah tandingan Kilgie Opie. Dgn sekali hantam dgn gagang pedang Kilgie Opie membuat Lolly pingsan seketika. "Lakukan." ucap Kilgie Opie sambil berbalik yg kemudian menyarungkan pedangnya. "Siap Pak !" jawab beberapa anak buahnya yg kemudian berlari menuju tempat Lolly dan Menoly. "Apa kita akan bunuh mereka ?" tanya anak buahnya. "Jangan. Yang mulia meminta kita mengumpulkan orang-orang bodoh yg pemberani seperti mereka itu. Mereka berdua lulus, pukuli mereka tapi jgn sampai mati." perinthanya pd anak buahnya. "Baik pak." jwb anak buahnya patuh. "Aku jdi penasaran. Aizen pastilah orang yg hebat kalau orang seperti mereka jadi pengawalnya. Yah, bahkan Tier Herribel yg menguasai Hueco Mundo sepeninggal Aizen, tdk bisa apa-apa dihadapan yang mulia." gumam Kilgie Opie. Tiba-tiba dibelakang Kilgie Opie terdengar suara jeritan anak buahnya, "Guah !!!" Kilgie Opie yg kaget secara perlahan menoleh kebelakang sambil berkata "Hei.. Kubilang jangan berle.." belum sempat selesai berkata sebuah ring terbang dan menyerang kearah Kilgie Opie. Dgn mudahnya Kilgie Opie menghentikannya dgn cara memegangnya. "Siapa kalian ?" tanya Kilgie Opie kearah 3 orang misterius. "Hmmm.." jwb salah satunya, ternyata mereka bertiga adlh Fracionnya Herribel yaitu Sun Sun, Milarose, dan Apache. "Kau menghina Herribel-sama, tapi tdk tahu siapa kami. Kau memang orang yg bodoh !" maki Apache liar kearah Kilgie Opie. "Kalau begitu sebut nama kalian !" balas Kilgie Opie. "Kenapa kau masih bilang kalian ?" jwb Sun Sun sambil menahan tawa. "Tetap tenang Apache, atau kubunuh kau." ancam Milarose kearah Apache.

::: Serangan Balasan akan segera dimulai !!! :::
Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aturan Berkomentar :

1. Gunakan bahasa yang sopan dan dapat dimengerti.
2. Dilarang berkomentar yg mengandung unsur SARA,Pelecehan, Pornografi, dan Kekerasan.
2. Dilarang Anonymous dan SPAM, berkomentarlah yg berkualitas.