::: Soul Society akan dihancurkan 5 hari lagi... Dugaan semua orang bersinggungan menjelang perang maut ini :::
"Hah..hah..hah..hah.." ucap sipria ngos-ngosan yg tanganx tadi terpotong. "Jangan dipaksan." ucap sipria jangkung parau, "Bahkan dudukpun pasti akan tetap terasa sakit. Kau kuperbolehkan berbicara sambil berbaring." tambahnya. "Baik Yang Mulia...." ucap pria kesakitan tadi patuh. "Tapi..Kalau kau tak mau duduk kurasa kau takkan butuh kakimu." pria kesakitan tadi ketakutan mendengar perkataan pria jangkung tadi. "A..Anda pasti bercanda.." ucap pria kesakitan tergagap karena ketakutan. "..Saya tak akan... tak akan pernah bicara pada anda sambil berbaring. Saya tak akan pernah berbuat tak sopan pada anda yang mulia." Ucapnya dlm keadaan berlutu. Sipria Jangkung tersnyum puas mendengar perkataan pria itu. "Jadi begitu, sekarang mari kita dengar laporanmu." Ucap sipria Jangkung keIvan.
>>> Dirumah Ichigo, Yuki mulai cemas karena Ichigo belum kembali,
"Lama sekali." ucapnya cemas sambil memakan roti pemberian Orihime. "Apanya ?" ucap Ishida tak mengerti kearah Yuki. "Maksudku Kurosaki-san ! Bukannya kalian mau menyusulnya ?". "Jgn Khawatir..." ucap Ishida sembari membetulkan posisi kaca matanya, "...Reiatsu lawan sudah menghilang. Tdk mungkin Kurosaki kalah dari orang seperti itu. Aku memang tak pernah berniat membantunya sejak awal." tambah Ishida. "Dia jujur sekali padahal aku mau membantunya.." ucad Chad dibelakang Ishida. "Hehehehe.." tawa Orihime mendengar perkataan Ishida. "Ada apa Inoue-san ?" tanya Ishida bingung. "Tak ada apa apa Ishida-kun. Aku cuma berfikir kamu benar-benar telah berteman akrab dgn Kurosaki-kun. Dan aku suka dirimu yg seperti itu." jawab Orihime sambil tersenyum. Muka Ishida langsung memerah mendengar perkataan Orihime. "Se..sebentar.. kalau kau mau mengejekku lakukan dgn cara yg bisa kumengrti !" ucap Ishida salah tingkah kearah Orihime. Suasana kemudian teralihkan dgn kedatangan Ichigo. "Aku pulang.." ucap Ichigo."Selamat datang Kurosaki-kun" sambut Orihime, "apa kau terluka ?"tambahnya. "Tidak hanya saja.." perkataan Ichigo terputus oleh suara musik aneh yg datang dari arah Yuki. "Lagu aneh apa ini ?" tanya Ichigo kearah Yuki. "Ah, maaf, ini Denrei Shinki-ku (Ponsel milik shinigami yg digunakan untuk menerima pesan dari soul society)." ucap Yuki sambil merogoh saku belakang celanya. "Sebentar, suara itu.." ucap Shino merasa familiar dgn suara dering ponsel Yuki. "Maaf kalau aneh. Itu ringtoneku, senandungnya Shino-san." ucap Yuki sambil memperlihatkan ponselnya kearah Ichigo dkk. Muka Shino memerah karena malu mengetahui Yuki diam diam merekam dia saat bersenandung. "Sudah kuduga.." ucap Shino, Kapan kau merekamnya ?".Tanpa menjawab pertanyaan Shino dgn santainya Yuki berkata, "Jelek sekali ya kan ? Apalagi setelah *NNNN* suaranya makin tinggi dan..". "CEPAT DIJAWAB !" Teriak Shino habis kesabaran. Buagh !!! sebuah hantaman keras dari Shino langsung membuatnya menjawab panggilan ponselnya. "Iya ini Yuki.. Iya benar... Iya.." ucap Yuki sambil menelpon dgn muka bonyok. Dibelakangnya Ichigo, Ishida, dan Chad hanya terdiam melihat Yuki babak belur. "Eh.." ucap Yuki kaget, "Tapi.. Hah ? Iya iya.. begitu ya..tapi.. baik kalau begitu." kemudian Yuki mematikan ponselnya dan kemudian tertunduk tak percaya. "Ada apa ?" tanya Ichigo. "Maaf Kurosaki-san. Aku diperintahkan untuk kembali kemarkas untuk pemakaman." ucap Yuki masih tertunduk. "Fukutaichou *Wakil Kapten* divisi 1.. Choujiro Sasakibe.. telah meninggal." ucap Yuki sedih. Ichigo dkk. kaget mendengarnya.
>>> Kita beralih sejenak keSoul Society, diBiro penelitian Divisi 12 Akon yg berhasil menganalisa keadaan langsung akan melaporkan.
"Oke, aku akan menjelaskan keadaannya. Jangan bertanya, cobalah pahami dulu. 57 menit lalu, 7 orang misterius enerobos masuk keruangan Divisi 1, mereka hanya 5 menit disana kemudian pergi melarikan diri. 1 orang anggota Divisi tewas tapi Soutaichou (Kapten Komandan) sendiri selamat. Disaat yg bersamaan, ada beberapa orang misterius yg menerobos masuk kegerbang Kokuryou yg dijaga oleh Divisi 1. Pertempuran berjalan 182 detik atau sekitar 3 menit dan 106 anggota Divisi 1 dinyatakan tewas. Wakil kapten Sasakibe mendapat luka disini" tunjuk Akon kepeta dtinganya, "Kemudian dibawa keruang Divisi dan meninggal disana" tunju Akon lagi ke peta ditanganya. "Kami tdk tahu bagaimana mereka bisa masuk atau bagaimana mereka bisa melarikan diri. Kami menduga mereka memiliki metode khusus untuk menembus Shakonmaku..!" Simpul Akon mengakhiri laporannya.
>>> Kita kembali lagi kerumah kediaman Keluarga Kurosaki,
Dikamarnya, Ichigo hanya duduk termenung dikasurnya sambil melihat pemandangan langit senja dicendela sebelahnya. Dia masih memikirkan perkataan Yuki tentang kematian Chojiro. "Aku tak bisa diam saja, mungkin aku akan berkeliling sebentar.." ucap Ichigo kepada dirinya sendiri. Dgn cepat Ichigo mengambil lencana Shinigami penggantinya dan berubah kemode Shinigami. Kemudian lewat cendela Ichigo melangkah keluar. Tiba tiba Ichigo teringat perkataan Ishida sebelumnya, "Ini hanya dugaan tapi.. Kupikir alasan kenapa mereka memberikan informasi yg sangat detail pada Yuki-kun yg hanya prajurit biasa adlh karena mereka tahu kau sedang bersamanya. Dgn kata lain mereka mungkin ingin kau tahu apa yg sedang terjadi. Yg berarti dlm waktu dekat ini mereka akan meminta kerjasama darimu lagi. Tapi sekarang ini tak ada yg bisa kita lakukan. Kau sudah memberitahu Yuki-kun semua informasi tentang orang yg kau lawan. Yg bisa kau lakukan sekarang adlh menunggu." Uwawawawawa !!! tiba tiba Ichigo mendengar suara tangisan anak kecil jauh dari atasnya. Ichigo yg kaget kemudian berhenti dan menengok keatas. "Uuuwaaaaaaaaaaaaaaaooooooooohhhhhhhh." teriak seorang gadis kecil berjubah hijau dgn topeng retak dikepalanya yg jatuh dari langit. "Ne..Nel..." ucap Ichigo kaget melihat Nel jatuh dari langit. Melihat Ichigo Nel kemudian langsung bereaksi. "Kecepatan super." ucapnya Nel membuat jatuhnya bertambah cepat dan menghujam Ichigo membuatnya jatuh dan menghancurkan bangunan dibawahnya. "Apa itu ?" teriak orang-orang dari kejauhan melihat rumah yg hancur tiba tiba. Ichigo yg terkapar segera menoleh kearah Nel yg ada didadax, "Ka..kamu.. kamu tiba-tiba muncul setelah sekian lama cuma untuk..". "I..Itsugo.." ucap Nel tersedu-sedu, "Ini buruk Itsugo, tolong aku Itsugo, Hueco Mundo.. Hueco Mundo telah.."
>>> Adegan Ichigo dan Nel akan dilanjutkan di bab selanjutnya sekarang kita keistana es tempat dimana Vandenreich berkumpul.
"5 hari..." jawab sipria jangkung parau. "Ya yang mulia itu waktu yg diperlukan Soul Society dan kita untuk bersiap bertempur." jawab pria yg tanganx tadi terpotong sambil tertunduk. "Itu keadaan masa depan.." ucap pria Jangkung enteng. "Eh.." ucap pria yg berlutut dihadapannya tak mengerti. "2 Hari lalu saat kau memeriksa sudut yg digunakan untuk menembus perbatasan. Kau bilang dlm waktu dekat Soul Society akan kehilangan seseimbangan Roh dgn Dunia manusia." tambah sipria Jangkung. "Luders Friegen. Apa mungkin kau seorang Nabi ?" tambah pria Jangkung. "Uh..eh.. apa ?" apa jwb Luders Friegen tak paham arah omongan pria jangkung dihadapannya. "Jawab aku !aku bertanya padamu. Apakah kau seorang Nabi ?". "Ah bukan.. saya bukan.." gagap Luders Friegen ketakutan, "Kalau begitu kenapa kau bicara tentang masa depan, aku mau dengar tentang keadaan sekarang." uacap sipria jangkung tanpa ekspresi. Jrash !!! dgn sekali tebas Luders Friegen mati terbelah. Ivan kaget meilhatnya. "Ivan." panggil sipria jangkung. "Ah.. ya yang mulia." jwb Ivan. "Aku tak punya alasan untuk memuji atau menyalahkanmu. Tindakanmu telah cukup untuk memperlambat Ichigo Kurosaki." ucap pria jangkung. "Ah.. Terima kasih yang mulia." balas Ivan. "Tugasmu telah selesai. kau bisa menjadi batu pondasi untuk menciptakan perdamaian." ucap sipria jangkung sembari mengrahkan tangganya kearah Ivan. Jrash !!! Ivan bersimbah darah dan menyusul Luders Friegen "Tida.." teriak Ivan. "Apakah tdk apa apa ?" tanya sipria berjubah putih disamping pria jangkung. "Apanya ?" tanya pria jangkung tak mengerti. "Bukanya Arrancar adlh prajurit yg berharga karena tdk perlu diajarkan untuk bertarung ?" jwb sipria berjubah putih disamping pria jangkung. "Aku tak peduli." ucap pria jangkung membelakangi sipria berjubah putih disampingx. dia kemudian memegang kursi singgasananya yg kemudian berubah menjadi tangga yg menuju kesuatu tempat. Sipria jangkung terus menaiki tangga, dan sembari berkata "Kalau aku butuh Arrancar. Aku bisa mendapat sebanyak yg kumau.". Sipria jangkung kemudian membuka tirai yg menutupi ruang diujung tangga. Dan memperlihatkan sosok Tier Harribel dlm keadaan terpasung tak sadarkan diri. "Hueco Mundo sudah menjadi wilayah kita." ungkap sipria jangkung kepada para sosok misterius berjubah putih. "Itu hanyalah batu pondasi lain untuk menginvasi Soul Society." ucapnya sambil tersenyum mengerikan.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan bahasa yang sopan dan dapat dimengerti.
2. Dilarang berkomentar yg mengandung unsur SARA,Pelecehan, Pornografi, dan Kekerasan.
2. Dilarang Anonymous dan SPAM, berkomentarlah yg berkualitas.